Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

SMKN 7 Semarang Terapkan Tes Kesehatan yang Ketat

Proses penerimaan siswa di SMKN 7 Semarang harus melalui prosedur yang ketat. Penerimaan siswa SMK di sekolah negeri tersebut taksaja berdasar kepada hasil nilai UN tetapi ada uji tes kesehatan dan fisik serta tes khusus potensi akademik. Hal ini dipandang ketat dan selektif oleh berbagai kalangan.

Alasan pihak SMKN 7 Semarang menerapkan tes kesehatan dengan prosedur yang ketat seperti tersebut di atas, pasalnya lulusan dari sekolah ini nantinya akan dipakai oleh kalangan industri. Mekanisme penyeleksian yang biasa dilakukan oleh pihak manajemen sekolah misalnya untuk tes fisik, calon siswa harus lari mengelilingi lapangan sebanyak 2 kali putaran dengan jarak 400 m.
SMKN 7 Semarang Terapkan Tes Kesehatan yang Ketat
Dari segi kesehatan, para calon siswa diperiksa apakah memiliki tato atau ada lubang tindik di telinga para calon siswa. Tinggi badan harus memenuhi persyaratan, untuk siswa laki-laki minimal 155 cm dan untuk siswa perempuan minimal 150 cm dan tidak lupa harus melalui tes buta warna.

Para siswa dianggap gagal untuk melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya apabila pada saat proses kesehatan dan fisik tersebut tidak memenuhi persyaratan saat diverifikasi. Setiap keahlian memiliki persyaratan khusus dan kualifikasi tersendiri. Seperti yang terjadi di SMKN 6 Semarang, para calon siswa harus melalui tes kesehatan dan fisik sebelum verifikasi berkas.

Beberapa contoh bidang keahlian dengan persyaratan yang diberlakukan; kompetensi bidang kecantikan - calon siswa SMK tidak memiliki kelainan seperti tangannya berkeringat. Atau untuk kompetensi keahlian perhotelan, calon siswa harus memiliki tinggi badan 155 cm. Prosedur penyeleksian yang diterapkan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Semarang jadi takhanya memenuhi keinginan internal sekolah semata.


Inilah 3 Model Pembelajaran SMK di Indonesia

Ada 3 macam model pembelajaran di Indonesia yang populer dilaksanakan di setiap sekolah menengah kejuruan, yaitu; ada yang 2 hari belajar di sekolah 4 hari praktek di industri, ada juga yang 1 minggu belajar di sekolah 1 minggu bekerja di industri. Adapun model yang paling banyak dilaksanakan oleh setiap SMK di Indonesia adalah model 1 semester belajar di sekolah 1 semester bekerja di industri.

Inilah 3 Model Pembelajaran SMK di Indonesia
Inilah 3 Model Pembelajaran SMK di Indonesia
Yang menjadi alasan utama mengapa mengambil lama belajar di sekolah 1 semester, sebab tidak semua wilayah di Indonesia memiliki jumlah perusahaan yang banyak. Pacitan misalnya, di sini siswa atau siswi SMK susah mencari perusahaan sebagai tempat magang. sehingga mereka harus mencari tempat magang ke luar daerah.

Sementara itu model 2 hari belajar di sekolah 4 hari praktek di industri, banyak dilakukan oleh SMK yang berada di kota besar, misal di Jakarta dan Semarang yang terkenal memiliki banyak perusahaan dan industri. Jurusan yang diminati oleh siswa SMK antara satu daerah dengan daerah lain tidak sama. Di Jakarta, jurusan SMK yang memiliki jumlah peminat yang banyak adalah Information and Communications technology (ICT), tata boga, perhotelan, otomotif. Sedangkan di Semarang serta di Jepara, jurusan yang paling banyak peminatnya adalah perkayuan. Adapun di Jogyakarta jurusan yang membludak peminatnya adalah seni musik, seni karawitan. Lain lagi dengan Subang, anak-anak lebih condong untuk mengambil juruan pertanian.

Salah satu bentuk upaya agar kualitas setiap SMK mampu terjaga dengan baik adalah dengan mendatangkan guru dari luar sebagai guru tamu, misal seorang profesional dari sektor industri. Serta pihak sekolah memberikan sarana atau fasilitas belajar yang memadai dan baik.  []

---
Sumber: Republika




Label

25 nabi 62 Daftar SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Bandung Aa Gym Animasi Bandar Lampung bandung Banjarnegara Basis Bekasi berita Boarding School Broadcasting Cari SMK di Bandung? Yaa SK Telkom Bandung! chatting Cirebon Depok Design Engineering Dewan Dewan Pendidikan Dewan Pendidikan Kabupaten Wonosobo Entrepreneurship Geografi Hardening ICT Ikan Indonesia Industri Informasi Information and Communications technology Inspiratif Internet jakarta Jambi jawabarat Jepara jogjakarta Jogyakarta Kabupaten Kabupaten Wonosobo Kapal kejahatan Kesehatan Kewirausahaan kisah Komputer Komunikasi otomotif. KOTA BEKASI Kota Cimahi Lomba Menulis Cerpen MA Menulis Skenario film & Membuat Komik Menulis Syair Model motivasi MTs Muhammadiyah musik nabi Nasional Nautika Nautika Kapal Penangkap Ikan Negeri NKPI NKPI : Jurusan SMK yang Menjanjikan olahraga Otomotif Pacitan Pembelajaran Penagkap pendidikan Pengertian Pengertian Entrepreneurship (Kewirausahaan) Penyiaran perhotelan Profil prolog Prosedur Purwodadi rasul Rohis Rohis SMK Negeri 9 Jakarta Salatiga Samarinda Sejarah Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Semarang sepakbola Singaraja SMKN Siswa SMK Memiih untuk Kuliah? SMA SMK SMK Al-​farisy Internasional Kota Cimahi SMK Daarut Tauhid SMK Negeri 2 Samarinda Smk Negeri 3 Bandar Lampung SMK NEGERI 6 KOTA BEKASI SMK Swasta Kurang Diminati di Banjarnegara SMKN SMKN 1 Sumenep SMKN 3 SMKN 3 Singaraja SMKN 7 Semarang Terapkan Tes Kesehatan yang Ketat SMP SMU solo soreang sosial media Subang Sumenep Surabaya Swasta tata boga Tausyiah Tausyiah Aa Gym di SMK Daarut Tauhid Boarding School Teknologi Tes TIK tips Ujian ulasan UNBK Verifikasi We-Chat Wonosobo