Platform WeChat merupakan media sosial atau aplikasi komunikasi pesan suara dan teks telepon seluler (ponsel). Aplikasi ini dikembangkan oleh Tencent di Tiongkok serta dapat digunakan di jamak sistem operasi, sebut saja; Android, iPhone, BlackBerry, Windows Phone, dan platform Symbian.
![]() |
We-Chat digunakan untuk menipu |
Nah, belum lama ini tersiar kabar ada orang yang menipu korbannya dengan cara mengaku-ngaku sebagai seorang AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi). Dalam jenjang kepangkatan, pangkat ini memiliki tingkat, satu pangkat lebih tinggi; di atas KOMPOL dan satu pangkat di bawah KBP atau KOMBESPOL.
Dalam headline-nya, Bangka Pos menulis, Ibu Guru Nggak Menyangka Pria yang Menikahinya ternyata Bukan Perwira Polisi Tetapi Buruh
n="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;">
Penipu Menggunakan We-Chat Memangsa Korbannya
Seorang warga Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur bernama Siti Rohmatul (30 tahun) pasrah setelah mengetahui suami sirinya ternyata seorang buruh proyek bukan seorang aparat seperti yang dikiranya selama ini. Hal ini telah membuat hatinya sakit.
Lebih sakit lagi, setelah eks-suaminya; Supianto harus digelandang ke kantor polisi Satreskrim Polsek Nguling - sebab kasus penipuan yang dilakukannya dengan mengaku-ngaku sebagai seorang perwra Brimob.
Mereka bertemu pada awal Februari 2017 lewat WeChat, lalu keduanya semakin intensif menjalin komunikasi. Hingga mereka memutuskan berpacaran. Tak berselang lama pada 14 Februari 2017, Supianto menikahi Siti secara siri di Nguling.
Pembaca, itulah sosial media.. Bagaikan dua sisi mata pisau; mau dipergunakan untuk hal positif atau negatif tergantung niat si penggunanya. Berkaca dari kasus ini, yuk kita lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi chatting - jangan mudah percaya dengan perkataan orang-orang yang baru atau belum kita kenal sebelumnya ...

Lebih sakit lagi, setelah eks-suaminya; Supianto harus digelandang ke kantor polisi Satreskrim Polsek Nguling - sebab kasus penipuan yang dilakukannya dengan mengaku-ngaku sebagai seorang perwra Brimob.
Penipu Menggunakan We-Chat Memangsa Korbannya
Awal perjumpaan antara Supianto dengan Siti Rohmatul adalah obrolan yang dilakukan oleh keduanya melalui sosial media atau aplikasi percakapan (chatting) We-Chat.Mereka bertemu pada awal Februari 2017 lewat WeChat, lalu keduanya semakin intensif menjalin komunikasi. Hingga mereka memutuskan berpacaran. Tak berselang lama pada 14 Februari 2017, Supianto menikahi Siti secara siri di Nguling.
Pembaca, itulah sosial media.. Bagaikan dua sisi mata pisau; mau dipergunakan untuk hal positif atau negatif tergantung niat si penggunanya. Berkaca dari kasus ini, yuk kita lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi chatting - jangan mudah percaya dengan perkataan orang-orang yang baru atau belum kita kenal sebelumnya ...